Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Sunday, 19 May 2013

Macam-Macam Laporan


Berdasarkan maksudnya, kita mengenal adanya laporan sbb:

  1. Laporan informatif yaitu laporan yang dimaksudkan untuk sekedar memberikan informasi kepada pimpinan agar pimpinan dapat mempunyai gambaran tentang suatu kegiatan sehingga dapat mengikuti perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan dengan baik. Laporan ini lebih bersifat deskritif.
  2. Laporan examination yaitu di samping menyampaikan informasi, dalam laporan itu disertai pula alasan atau sebab-sebab terjadinya informasi yang dilaporkan itu. Laporan ini lebih bersifat ekspositoris.
  3. Laporan analitis yaitu laporan yang disamping memberikan informasi kepada pimpinan, juga dimaksudkan untuk memberikan sumbangan pemikiran yang menyakut informasi yang dilaporkan itu. Sumbangan pemikiran itu berupa pendapat dan saran. Tetapi pendapat dan saran itu memberikan oleh penyusun laporan sesudah mengadakan analisis matang dan mendalam. Laporan ini bersifat argumentatif.
  4. Laporan pertanggung jawaban yaitu laporan yang dimaksudkan untuk memberikan pertanggung jawaban atas pelaksanaan mandat/amanat yang telah dilimpahkan oleh pemberi mandat atau atasan.  

Sunday, 12 May 2013

Pemakaian Huruf Kapital


a. Untuk awal kalimat dan awal kutipan langsung
    Arfi bertanya, "Mengapa kamu menangis?"
b. Untuk kata sapaan (kata untuk mengganti orang kedua) dan kata acuan (kata yang mengacu
    pada seseorang tertentu)
    - Saya percayakan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara untuk menyelesaikan masalah ini.
    - Apakah Adik sudah makan ?
    - Silahkan duduk, Nak!
    Bandingkan dengan :
    - Dia tidak punya bapak, ibu, maupun saudara
    - Dialah satu-satunya adik saya
    - Keluarga itu tidak punya anak
c. Untuk tempat geografi, suku, bangsa, bahasa, waktu, dan agama
    KAPITAL :
    - di Jalan Diponegoro
    - ke Teluk Benggala
    - di Dataran Tinggi Dieng
    - dll.
    KECIL :
    - bermain di jalan
    - berlayar ke teluk
    - wilayahnya terdiri dari dataran tinggi
    - dll.

Penulisan Kalimat Majemuk

a. Kalimat majemuk setara pertentangan : di antara klausa-klausanya ditandai koma.
    - Dodi tidak makan nasi, tetapi makan bubur
    - Yang datang bukan Rado, melainkan adiknya
    - Ayah ke kantor, sedangkan Ibu di rumah saja

b. Kalimat majemuk setara implisit : di antara klausa-klausanya ditandai koma.
    - Melihat orang tuanya datang, Rado pun berteriak gembira
    - Sari pandai, adiknya pun juga
    - Ibu di dapur, Ayah di kantor, Santi belajar

c. Kalimat majemuk bertingkat : klausa-klausanya dipisahkan dengan koma jika anak kalimat
                                                    mendahului induk kalimat.
    - Kamu akan berhasil kalau mau berusaha
      Kalau kamu berusaha, kamu akan berhasil
    - Ruang ini pengap karena tidak ada ventilasinya
      Karena tidak ada ventilasinya, ruang ini pengap
    - Gadis itu membeli bunga untuk menghiasi ruang tamu
      Untuk menghiasi ruang tamu, gadis itu membeli bunga

Thursday, 9 May 2013

Pidato



Pidato ialah pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak. Pidato juga diartikan sebagai wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan khalayak.

Kerangka pidato secara umum terdiri atas tiga bagian :
      1.      Pembukaan: sapaan, salam, ucapan syukur, ucapan terima kasih, penegasan tema/judul.
      Etika menyapa adalah dari yang kedudukan yang tertinggi ke terendah.
      Salam dan ucapan syukur hendaknya disesuaikan dengan situasinya.
      2.      Isi: latar belakang masalah, rumusan masalah, kajian hakikat masalah, sebab-akibat, serta gagasan-
            gagasan untuk menyelesaikan masalah.
      3.      Penutup: simpulan, ajakan, harapan, ucapan terima kasih, permintaan maaf, salam penutup.  

Puisi Baru


Puisi baru bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Penggelompokan puisi baru menurut isinya:
      1.      Balada: puisi berisi tentang kisah/cerita
      2.      Himne: puisi pujaan untuk tuhan, tanah air, atau pahlawan
      3.      Ode: puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
      4.      Epigram: puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
      5.      Romance: puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
      6.      Elegi: puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
      7.      Satire: puisi yang berisi sindiran/kritik

Penggelompokan puisi yang lain:
      -          Puisi visual: puisi yang menonjolkan bentuk visual, dan bentuk itu sendiri juga mengandung makna
      -          Puisi mantra: puisi yang mendekati bentuk mantra/meniru gaya mantra
      -          Puisi diafan: puisi yang maknanya terbuka, tanpa lambang/kiasan
      -          Puisi prismatis: puisi yang maknanya terbalut oleh berbagai lambang/kiasan

Penggelompokan puisi baru menurut jumlah baris:
      -          Distikon (2 baris)
      -          Tersina (3 baris)
      -          Kuatrin (4 baris)
      -          Kuin (5 baris)
      -     Sektet (6 baris)
      -          Septima (7 baris)
      -          Oktaf (8 baris)
      -          Soneta (14 baris: 3 kuartin+1 distikon atau 2 kuartin+2 tersina)

Puisi Lama


Bentuk-bentuk puisi ini dikategorikan sebagai puisi lama pada umumnya adalah :
     1.      Mantra : ucapan-ucapan berirama yang dianggap memiliki kekuatan gaib untuk mewujudkan berbagai  
                         keinginan/harapan, misalnya minta hujan, menolak hujan, mengusir roh jahat, dsb.
     2.      Pantun : puisi yang ciri-cirinya:
-          2 baris pertama merupakan sampiran dan 2 baris terakhir merupakan isi
-          Tiap bait terdiri 4 baris
-          Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata
-          Persajakan ab-ab
     3.      Karmina (pantun kilat) : seperti pantun tetapi pendek, tiap bait hanya terdiri 2 baris
     4.      Seloka (pantun terkait) : pantun yang salah satu sampiran diulang pada bait berikutnya
     5.      Gurindam : puisi yang ciri-cirinya:
-          Tiap bait terdiri dari 2 baris
-          Bersajak a-a
-          Berisi nasehat
     6.      Syair : puisi yang bersumber dari arab dengan ciri-ciri:
-          Tiap bait berisi 4 baris
-          Bersajak a-a-a-a
-          Berisi nasehat atau cerita
     7.      Talibun (pantun genap): pantun yang tiap bait terdiri dari 6,8,ataupun 10 baris 

Jenis-Jenis Iklan


      -          Iklan pengumuman, misal : pengumuman pindah alamat, penerimaan siswa baru.
      -          Iklan undangan, misal : undangan rapat pemegang saham, undangan reuni.
      -          Iklan keluarga, misal : kematian, ucapan selamat, turut berduka cita.
      -          Iklan penawaran, misal : penawaran rumah, mobil, sepeda motor.
      -          Iklan permintaan, misal : mencari tenaga, mencari ruang usaha.
      -      Iklan larangan/permintaan, misal : larangan menggunakan merk pihak lain, larangan menjual produk  
             palsu/tiruan, peringatan agar mengghentikan suatu kegiatan, dsb.
      -           Iklan propaganda/promosi : iklan persuasif dengan kalimat-kalimat sugestif, gambar-gambar menarik, 
             serta menunjukan keunggulan produknya. 

Film


Film banyak memiliki persamaan dengan drama. Bahkan dapat juga sebuah drama digarap menjadi film. Perbedaannya, kalau dalam drama penonton menyaksikan secara langsung sebuah pertunjukan yang digelar di atas panggung. Sebaliknya, dalam film penonton hanya menyaksikan gambar bergerak (gambar hidup) hasil rekaman seorang kameraman secara visual (dan audio) yang ditayangkan melalui layar, baik layar gelas (layar kaca, televisi), maupun layar lebar (bioskop) ataupun layar tancap. Adegan-adegan film bisa juga dilakukan dimana saja. Setelah rekaman disambung-sambung dan dilakukan editing, barulah menjadi film yang siap ditayangkan.

Macam-macam film :
      -          Film kolosal : film yang melibatkan banyak sekali pemain
      -          Film dokumenter : film dokumentasi peristiwa bersejarah masa lalu
      -          Film kartun : film yang tokoh-tokohnya berupa gambar, biasanya dibuat dengan animasi komputer
      -          Film aksi : film yang berisi adegan-adegan kekerasan
      -          Film komedi : film yang berisi kisah lucu
      -          Film tragedi : film yang berisi kisah sedih

Pada dasarnya unsur-unsur intrinsik film tidak jauh berbeda dengan drama. Oleh karena itu, kalau kita akan membuat resensi film, pertanyaan-pertanyaan tentang unsur entrinsik drama seperti telah dikemukakan dapat kita pakai sebagai titik tolak pembahasan.

Total Pageviews